Salah satu kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah memberi nama pada barang-barang dan hewan yang dimilikinya, mencerminkan perhatian beliau terhadap perkara sehari-hari, keindahan bahasa, dan kemudahan komunikasi. Pemberian nama ini menunjukkan penghormatan, pemaknaan, serta keakraban beliau terhadap benda-benda yang dipakai dalam kehidupan rumah, perjalanan, dan peperangan.
Beberapa nama properti dan hewan milik beliau antara lain:
- Gelas: ar-Rayyan
- Mangkok: al-Gharra’
- Teko: as-Shadir
- Tikar: al-Kazz
- Gunting: al-Jami‘
- Cermin: al-Mudillah (dengan sebuah kotak tempat menyimpan cermin, sisir, gunting, dan siwak)
- Tongkat: al-Mamsyuq; tongkat berujung besi: an-Namir
- Kuda hitam: as-Sakb; kuda berambut pirang: al-Murtajiz; kuda lainnya: al-Lahif, az-Zharb, al-Lizaz
- Pelana/kudanya: ar-Rajj
- Unta betina: al-Qashwa (juga disebut al-Adhba’)
- Baghal: Duldul
- Keledai: Ya‘fur
- Kambing perah: Ghaytsah
- Kemah: al-Kinn
- Bendera pasukan: al-Uqab (beliau kadangkala memakai bendera hitam, kuning, atau putih dengan garis-garis hitam)
- Pedang yang terkenal: Dzul Fiqar (dengan gagang, alas, dan anting-pedang berhias perak); beliau juga memiliki pedang lain
- Tabung panah: al-Kafur atau Dzul Jum‘
- Busur panah: Dzus Sadad
- Perisai: al-Dzafn
- Baju perang berlapis tembaga: Dzat al-Fudhul
- Tembok/benteng pertahanan: an-Nab’a’
- Budak perempuan: Khadhirah
Kebiasaan memberi nama ini bukan sekadar label; ia memperkaya tradisi bahasa Arab dan memberi warna personal pada kehidupan Rasulullah ï·º, sekaligus memudahkan penyebutan dan pengingat bagi para sahabat dan kaum muslimin
Redaksi : MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo




0 comments:
Posting Komentar