MTs. Roudlatul Mutaallimin

Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur

MTs. Roudlatul Mutaallimin

Cerdas, Beriman, Berbudi Luhur

MTs. RM Manggarejo

Cerdas, Beriman, Berbudi Luhur

Pembiasaan Pagi

Sholat Dhuha, Tartil Al-Quran

Moto MTs. RM

Cerdas, Beriman, Berbudi Luhur

Rabu, 13 Mei 2026

ANGKET PENDATAAN SISWA MELANJUTKAN SETELAH LULUS MTs





Senin, 04 Mei 2026

MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo Gelar Ujian Madrasah untuk Siswa Kelas IX


MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo menyelenggarakan Ujian Madrasah pada tanggal 05/04/2026 hingga 05/09/2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX dan berjalan tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia sekolah.


Pelaksanaan ujian dilaksanakan di lingkungan madrasah dengan pengawasan guru pengawas dan petugas tata tertib untuk memastikan proses berjalan lancar dan adil. Siswa hadir tepat waktu dan mematuhi aturan ujian, termasuk ketentuan ketertiban serta protokol pelaksanaan yang diberlakukan sekolah.


Kepala madrasah menyatakan bahwa persiapan materi dan teknis ujian telah dilakukan sebelumnya, mulai dari sosialisasi jadwal, pembagian ruang, hingga pengawasan pelaksanaan. Panitia juga menyiapkan pemantauan untuk mengantisipasi kendala teknis dan memastikan suasana ujian kondusif.

Dengan selesainya Ujian Madrasah ini, pihak sekolah akan segera melakukan proses penilaian dan pengumuman hasil sesuai ketentuan. MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo berharap para siswa mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Senin, 27 April 2026

Nama-nama benda Nabi


 Salah satu kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah memberi nama pada barang-barang dan hewan yang dimilikinya, mencerminkan perhatian beliau terhadap perkara sehari-hari, keindahan bahasa, dan kemudahan komunikasi. Pemberian nama ini menunjukkan penghormatan, pemaknaan, serta keakraban beliau terhadap benda-benda yang dipakai dalam kehidupan rumah, perjalanan, dan peperangan.

Beberapa nama properti dan hewan milik beliau antara lain:

  • Gelas: ar-Rayyan
  • Mangkok: al-Gharra’
  • Teko: as-Shadir
  • Tikar: al-Kazz
  • Gunting: al-Jami‘
  • Cermin: al-Mudillah (dengan sebuah kotak tempat menyimpan cermin, sisir, gunting, dan siwak)
  • Tongkat: al-Mamsyuq; tongkat berujung besi: an-Namir
  • Kuda hitam: as-Sakb; kuda berambut pirang: al-Murtajiz; kuda lainnya: al-Lahif, az-Zharb, al-Lizaz
  • Pelana/kudanya: ar-Rajj
  • Unta betina: al-Qashwa (juga disebut al-Adhba’)
  • Baghal: Duldul
  • Keledai: Ya‘fur
  • Kambing perah: Ghaytsah
  • Kemah: al-Kinn
  • Bendera pasukan: al-Uqab (beliau kadangkala memakai bendera hitam, kuning, atau putih dengan garis-garis hitam)
  • Pedang yang terkenal: Dzul Fiqar (dengan gagang, alas, dan anting-pedang berhias perak); beliau juga memiliki pedang lain
  • Tabung panah: al-Kafur atau Dzul Jum‘
  • Busur panah: Dzus Sadad
  • Perisai: al-Dzafn
  • Baju perang berlapis tembaga: Dzat al-Fudhul
  • Tembok/benteng pertahanan: an-Nab’a’
  • Budak perempuan: Khadhirah

Kebiasaan memberi nama ini bukan sekadar label; ia memperkaya tradisi bahasa Arab dan memberi warna personal pada kehidupan Rasulullah ï·º, sekaligus memudahkan penyebutan dan pengingat bagi para sahabat dan kaum muslimin


Redaksi : MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo

Sabtu, 25 April 2026

Biografi - As-Suhrawardi al-Maqtul – Ilmuan Teosofis dan Filsuf Cahaya

 

As-Suhrawardi al-Maqtul – Ilmuan Teosofis dan Filsuf Cahaya

Nama lengkap tokoh ini adalah Syihabuddin Yahya bin Habasy bin Amrik As-Suhrawardi. Ia lahir pada tahun 549 H / 1154 M di Suhraward, sebuah daerah di wilayah Jibal, Iran barat laut, dekat kota Zanjan. As-Suhrawardi dikenal sebagai salah satu pemikir besar dalam tradisi filsafat Islam yang berhasil memadukan pemikiran rasional, intuisi spiritual, dan pengalaman mistik.

Ia memiliki banyak gelar kehormatan, di antaranya Shaikh al-Ishraq (Guru Filsafat Iluminasi), Master of Illumination, al-Hakim (Sang Bijaksana), ash-Shahid (Sang Syahid), dan al-Maqtul (yang terbunuh). Julukan As-Suhrawardi al-Maqtul melekat padanya karena ia wafat sebagai syahid setelah dihukum mati akibat pandangan-pandangannya yang dianggap kontroversial oleh sebagian ulama dan penguasa pada zamannya.

Kehidupan dan Perjalanan Intelektual

As-Suhrawardi hidup pada masa pemerintahan Sultan Shalahuddin al-Ayyubi dan putranya, al-Malik az-Zahir. Ia banyak menghabiskan masa hidupnya di kota Aleppo (Halab), Suriah, yang saat itu menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Di kota inilah ia dikenal luas sebagai seorang filsuf, sufi, sekaligus ilmuwan teosofis.

Sejak muda, As-Suhrawardi melakukan perjalanan ilmiah ke berbagai wilayah untuk menuntut ilmu. Ia belajar di Maragha, Azerbaijan, kepada Majd al-Din al-Jili, mendalami filsafat, hukum, dan teologi. Ia juga belajar filsafat kepada Fakhr al-Din al-Mardini. Kemudian ia melanjutkan studinya ke Isfahan, salah satu pusat intelektual terbesar pada masa itu. Di sana, ia mempelajari logika kepada Zahir al-Din al-Qari, serta mendalami karya-karya logika, termasuk Al-Basa'ir al-Nasiriyyah karya Umar ibn Sahlan al-Sawi.

Perjalanannya berlanjut ke Anatolia Tenggara, di mana ia mendapat sambutan baik dari para penguasa Bani Saljuk. Ia juga mengunjungi Persia, yang saat itu menjadi pusat perkembangan tasawuf. Di sana, ketertarikannya pada dunia spiritual semakin mendalam, sehingga ia memadukan filsafat rasional dengan pengalaman mistik.

Filsafat Ishraq: Filsafat Cahaya

Kontribusi terbesar As-Suhrawardi adalah pengembangan Filsafat Ishraq atau Filsafat Iluminasi. Dalam pandangannya, pengetahuan sejati tidak hanya diperoleh melalui akal dan logika, tetapi juga melalui penyinaran batin, intuisi, dan pengalaman spiritual. Menurutnya, cahaya adalah simbol sekaligus hakikat dari seluruh keberadaan.

Ia menjelaskan bahwa Allah adalah "Nur al-Anwar" (Cahaya di atas segala cahaya), sumber dari semua wujud. Seluruh alam semesta memancar dari cahaya Ilahi dalam tingkatan-tingkatan tertentu. Semakin dekat suatu wujud kepada sumber cahaya, semakin sempurna dan mulia keberadaannya.

Pandangan ini menjadikan filsafatnya sebagai jembatan antara filsafat rasional Yunani, khususnya pemikiran Plato dan Ibn Sina, dengan tradisi spiritual Islam.

As-Suhrawardi sebagai Tokoh Teosofis

As-Suhrawardi disebut sebagai ilmuwan teosofis, yaitu pemikir yang menggabungkan filsafat dengan hikmah ketuhanan. Baginya, kebenaran tidak cukup dipahami melalui argumentasi logis semata, tetapi juga harus dialami melalui penyucian jiwa, latihan spiritual, dan kedekatan dengan Allah.

Ia menekankan bahwa seorang pencari ilmu harus menyeimbangkan antara:

  • Akal, untuk memahami realitas secara rasional;
  • Hati, untuk menerima cahaya kebenaran;
  • Amal, untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah.

Karya-Karya Penting

As-Suhrawardi menulis banyak karya dalam bidang filsafat, tasawuf, dan logika. Karya utamanya adalah Hikmat al-Ishraq (Kebijaksanaan Iluminasi), yang menjadi landasan utama mazhab filsafat iluminasi.

Selain itu, ia juga menulis beberapa karya penting lainnya, seperti:

  • Talwihat
  • Muqawamat
  • Mutharahat
  • Hayakil al-Nur
  • Awarif al-Ma'arif (dikaitkan dalam tradisi tasawuf sebagai rujukan latihan spiritual)

Karya-karyanya membahas hubungan antara akal, intuisi, dan cahaya Ilahi dalam pencarian kebenaran.

Tugas : Nisa

Akhir Hayat dan Warisan Pemikiran

Pada usia yang relatif muda, sekitar 36 tahun, As-Suhrawardi wafat di Aleppo pada tahun 587 H / 1191 M. Ia dihukum mati karena ajaran-ajarannya dianggap mengancam otoritas keagamaan dan politik saat itu. Oleh karena itu, ia dikenang dengan gelar ash-Shahid dan al-Maqtul.

Meskipun hidupnya berakhir tragis, pemikirannya terus hidup dan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan filsafat Islam, terutama di Persia. Mazhab Ishraqiyyah yang didirikannya menjadi salah satu aliran penting dalam tradisi intelektual Islam dan memengaruhi banyak pemikir setelahnya.

Nilai Keteladanan As-Suhrawardi

Dari perjalanan hidup As-Suhrawardi, kita dapat mengambil beberapa pelajaran berharga:

  1. Semangat tinggi dalam menuntut ilmu.
  2. Keberanian dalam menyampaikan kebenaran.
  3. Keseimbangan antara akal dan spiritualitas.
  4. Pentingnya penyucian jiwa dalam mencari hikmah.
  5. Keteguhan dalam mempertahankan keyakinan.

As-Suhrawardi al-Maqtul merupakan teladan ulama dan filsuf yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan sejati tidak hanya menerangi pikiran, tetapi juga menerangi hati dan jiwa manusia.

Biografi - Al-Bushiri – Sastrawan Penulis Qasidah Burdah

 TUGAS : Ilmi Fanatik

Biografi - Al-Bushiri – Sastrawan Penulis Qasidah Burdah

Nama lengkapnya adalah Syarafuddin Abu ‘Abdillah Muhammad bin Sa‘id Al-Bushiri, atau lebih dikenal sebagai Al-Bushiri. Ia lahir pada tahun 608 H / 1212 M di daerah Dalasah, Mesir, dan wafat sekitar tahun 696 H / 1297 M.

Al-Bushiri dikenal sebagai seorang penyair sufi, sastrawan besar, serta pecinta Nabi Muhammad. Julukan “Al-Bushiri” diambil dari nama daerah asal keluarganya, yaitu Bushir, sebuah wilayah di Mesir Hulu.

Ia hidup pada masa akhir Dinasti Ayyubiyah hingga awal pemerintahan Dinasti Mamluk, yaitu masa ketika semangat keagamaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW berkembang pesat di tengah masyarakat Muslim.

Sejak kecil, Al-Bushiri telah dikenal cerdas dan gemar mempelajari bahasa Arab, sastra, serta Al-Qur’an. Ia menimba ilmu kepada para ulama besar di Mesir dan memiliki hubungan erat dengan kalangan sufi, terutama dengan Abu al-Hasan asy-Syadzili, pendiri Tarekat Syadziliyah.

Selain sebagai sastrawan, Al-Bushiri juga pernah bekerja sebagai penulis dan juru administrasi di pemerintahan. Namun, minat utamanya tetap pada dunia sastra dan tasawuf. Puisi-puisi karyanya sarat dengan nilai keimanan, cinta kepada Rasulullah SAW, serta ajakan untuk memperbaiki akhlak.

Karya Terkenal: Qasidah Burdah

Karya yang membuat nama Al-Bushiri terkenal sepanjang masa adalah Qasidah al-Burdah (Puisi Jubah). Qasidah ini berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW, ungkapan cinta yang mendalam, serta nasihat spiritual bagi umat Islam.

Menurut riwayat, Al-Bushiri pernah mengalami sakit lumpuh. Dalam keadaan tersebut, ia menggubah Qasidah Burdah dengan penuh keikhlasan. Setelah itu, ia bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW yang menyelimutinya dengan jubah (burdah). Ketika terbangun, ia pun sembuh dari penyakitnya. Peristiwa inilah yang membuat qasidah tersebut dinamakan “Burdah” (jubah).

Pengaruh dan Warisan

Qasidah Burdah menjadi salah satu karya sastra Islam paling terkenal di dunia. Hingga kini, puisi ini sering dibacakan dalam berbagai acara keagamaan seperti maulid Nabi, pengajian, dan majelis zikir di berbagai negara Muslim.

Al-Bushiri dikenang sebagai sastrawan besar yang berhasil menggabungkan keindahan bahasa dengan kedalaman spiritual. Karyanya tidak hanya bernilai sastra tinggi, tetapi juga menjadi sarana dakwah dan penguatan cinta kepada Rasulullah SAW.

Biografi Sultan Al-‘Adil Saifuddin (596–615 H / 1200–1218 M)

 Tugas Kenzie Anjana M

Biografi Sultan Al-‘Adil Saifuddin (596–615 H / 1200–1218 M)

Sultan Al-‘Adil Saifuddin Abu Bakar bin Ayyub adalah adik kandung Salahuddin Al-Ayyubi. Ia lahir di Tikrit sekitar tahun 1145 M, dari keluarga yang saleh dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat.

Sejak muda, Al-‘Adil dikenal sebagai pribadi yang cerdas, bijaksana, dan setia kepada kakaknya. Dalam berbagai ekspedisi militer, ia sering mendampingi Salahuddin dan memainkan peran penting, baik di medan pertempuran maupun dalam urusan diplomasi. Ia menjadi salah satu pilar utama keberhasilan Dinasti Ayyubiyah, baik pada masa awal berdiri maupun setelah wafatnya Salahuddin.

Selama pemerintahan Salahuddin, Al-‘Adil sering diberi tanggung jawab besar untuk memimpin pasukan di wilayah Mesir dan Syam (Suriah). Ia dikenal tegas namun tetap bijaksana, serta sangat ahli dalam menyusun strategi politik dan militer.

Selain kemampuan militernya, Al-‘Adil juga memiliki keahlian diplomasi yang tinggi. Setelah wafatnya Salahuddin pada tahun 1193 M, Daulah Ayyubiyah mengalami konflik internal di antara para pewarisnya, seperti Al-Afdhal di Damaskus dan Al-Aziz di Mesir. Dalam situasi ini, Al-‘Adil tampil sebagai penengah dan berusaha menjaga persatuan keluarga Ayyubiyah.

Namun, ketika upaya damai tidak berhasil sepenuhnya, Al-‘Adil mengambil langkah tegas. Ia berhasil menyatukan kembali wilayah Mesir, Suriah, dan Hijaz di bawah kepemimpinannya, dan secara resmi naik takhta sebagai sultan pada tahun 1200 M (596 H).

Pada masa pemerintahannya, ia juga menghadapi ancaman dari pasukan Eropa dalam lanjutan Perang Salib. Dengan strategi yang hati-hati dan pendekatan diplomasi, ia mampu menjaga stabilitas wilayah kekuasaan Islam.

Perjalanan dan Prestasi Penting

Beberapa peran dan prestasi Al-‘Adil antara lain:

  1. Pada tahun 1168–1169 M, mengikuti pamannya, Syirkuh, dalam ekspedisi militer ke Mesir.
  2. Tahun 1174 M, membantu mengelola Mesir atas nama Salahuddin, sementara Salahuddin memusatkan pemerintahan di Damaskus.
  3. Tahun 1169 M, berhasil memadamkan pemberontakan kaum Kristen Koptik di Qift, Mesir.
  4. Pada periode akhir abad ke-12, kembali ke Mesir untuk menghadapi pasukan Salib.
  5. Sekitar tahun 1192–1193 M, menjabat sebagai gubernur di wilayah Mesir bagian utara.
  6. Tahun 1193 M, menghadapi pemberontakan di Mosul.
  7. Pernah menjabat sebagai gubernur di wilayah Suriah, termasuk Damaskus.
  8. Menjadi Sultan Ayyubiyah dan berhasil mempersatukan kembali wilayah-wilayah yang terpecah.

Akhir Hayat dan Warisan

Sultan Al-‘Adil wafat pada tahun 615 H / 1218 M di Damaskus, setelah memimpin selama hampir 18 tahun dengan penuh kebijaksanaan. Ia kemudian digantikan oleh putranya, Al-Kamil Muhammad, yang melanjutkan pemerintahan Dinasti Ayyubiyah.

Sultan Al-‘Adil dikenang sebagai pemimpin yang bijak dan dermawan, penegak keadilan, serta tokoh pemersatu umat Islam. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan stabilitas dan perdamaian dibandingkan konflik berkepanjangan, tanpa mengabaikan kekuatan militer negaranya.

Biografi - Ibn Al-‘Adhim – Sejarawan Masyhur Masa Daulah Ayyubiyah


 

Tugas M. Ihbal 

Ibn Al-‘Adhim – Sejarawan Masyhur Masa Daulah Ayyubiyah

Nama lengkapnya adalah Kamaluddin Abu Al-Qasim ‘Umar bin Ahmad bin Hibatullah bin Al-‘Adhim, atau lebih dikenal dengan sebutan Ibn Al-Adhim. Ia lahir di Aleppo (Halab), Suriah, pada tahun 588 H / 1192 M, dan wafat pada tahun 660 H / 1262 M.

Ibn Al-‘Adhim hidup pada masa pemerintahan Dinasti Ayyubiyah, ketika Aleppo menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam yang sangat maju. Sejak muda, ia dikenal sebagai ulama, sejarawan, ahli hadis, serta penulis yang sangat produktif.

Ia tumbuh dalam keluarga terpelajar. Ayahnya adalah seorang qadhi (hakim) sekaligus ahli ilmu agama di Aleppo. Lingkungan keluarga ini membuatnya sejak kecil mencintai ilmu dan gemar membaca berbagai kitab sejarah, hadis, serta biografi para ulama.

Dalam menuntut ilmu, Ibn Al-‘Adhim melakukan perjalanan ke berbagai kota besar seperti Damaskus dan Baghdad. Ia berguru kepada banyak ulama terkemuka. Selain menguasai ilmu sejarah, ia juga mendalami:

  • Ilmu hadis dan rijal (biografi perawi hadis)
  • Ilmu fikih
  • Bahasa dan sastra Arab
  • Ilmu politik dan pemerintahan

Pada masa pemerintahan Al-Malik An-Nasir Yusuf, Ibn Al-‘Adhim dipercaya menjadi penasihat dan juru tulis resmi (katib) di istana Aleppo. Ia juga sering diutus sebagai diplomat untuk menjalin hubungan dengan berbagai wilayah Islam lainnya, bahkan hingga berhubungan dengan kekuatan Mongol pada masa menjelang invasi mereka.

Sebagai seorang sejarawan, Ibn Al-‘Adhim memiliki peran penting dalam mencatat berbagai peristiwa besar pada masa Ayyubiyah, termasuk kondisi dunia Islam menjelang Invasi Mongol ke dunia Islam. Catatan-catatannya menjadi sumber sejarah yang sangat berharga karena memberikan gambaran langsung tentang kehidupan politik, sosial, dan budaya umat Islam pada masa itu.

Salah satu karya terkenalnya adalah Bughyat al-Talab fi Tarikh Halab, yaitu kitab sejarah besar yang membahas kota Aleppo beserta tokoh-tokohnya secara rinci. Karya ini hingga kini menjadi rujukan penting bagi para sejarawan dalam memahami sejarah kawasan Suriah dan dunia Islam abad pertengahan.

Ibn Al-‘Adhim juga dikenal sebagai penulis yang objektif dan teliti dalam menyusun sejarah. Ia tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi juga menuliskan biografi tokoh-tokoh penting, sehingga karyanya kaya akan informasi dan analisis.

Biografi - Sultan Al-Kamil Muhammad (1218–1238 M)

 

Tugas Khusnul Khotimah

Sultan Al-Kamil Muhammad (1218–1238 M)

Biografi Sultan Al-Kamil Muhammad

Sultan Al-Kamil Muhammad bin Al-Adil Abu Bakar bin Ayyub adalah putra dari Sultan Al-Adil Saifuddin dan keponakan dari Salahuddin Al-Ayyubi. Ia lahir di Kairo, Mesir, sekitar akhir abad ke-12 M dan tumbuh dalam lingkungan istana yang sarat dengan nilai keagamaan, ilmu pengetahuan, serta strategi pemerintahan.



Sejak muda, Al-Kamil telah dididik dalam ilmu agama, politik, dan militer, mengikuti jejak ayah dan pamannya yang dikenal sebagai pemimpin besar. Ia tumbuh menjadi sosok yang cerdas, tekun, berakhlak mulia, dan berpandangan luas.

Ketika ayahnya, Sultan Al-Adil Saifuddin, wafat pada tahun 615 H / 1218 M, Al-Kamil naik takhta dan menjadi Sultan Dinasti Ayyubiyah di Mesir. Masa awal pemerintahannya tidaklah mudah. Ia harus menghadapi tantangan besar berupa serangan Perang Salib Kelima yang menargetkan wilayah Mesir, terutama kota penting Damietta (Dumyath).

Dalam menghadapi serangan tersebut, Al-Kamil menunjukkan kecerdasan strategi dan kesabaran. Meskipun sempat kehilangan Damietta, ia berhasil merebut kembali kota tersebut melalui taktik militer dan diplomasi yang efektif.

Selain ancaman eksternal, Al-Kamil juga menghadapi konflik internal di antara keluarga Ayyubiyah, khususnya dengan saudara-saudaranya yang menguasai wilayah Suriah. Namun, dengan kebijakan yang bijak dan diplomasi yang hati-hati, ia mampu menjaga stabilitas kekuasaan.

Salah satu peristiwa penting pada masa pemerintahannya adalah perjanjian damai dengan Kaisar Frederick II dalam rangka Perang Salib Keenam. Dalam perjanjian tersebut, Al-Kamil menyerahkan Yerusalem kepada pihak Kristen secara damai, tetapi tetap mempertahankan kontrol atas tempat-tempat suci Islam. Kebijakan ini menunjukkan pendekatan diplomasi yang lebih mengutamakan perdamaian daripada konflik berkepanjangan.

Sultan Al-Kamil wafat pada tahun 1238 M (635 H) setelah memerintah selama sekitar 20 tahun. Ia dimakamkan di Kairo dan digantikan oleh putranya, Al-Adil II.

Setelah wafatnya Al-Kamil, Dinasti Ayyubiyah mulai mengalami kemunduran akibat konflik internal dan munculnya kekuatan baru, yaitu kaum Mamluk, yang kemudian mengambil alih kekuasaan di Mesir.

Sabtu, 11 April 2026

MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo Sukses Gelar TKA (Tes Kemampuan Akademik) untuk Siswa Kelas IX

 MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo berhasil menyelenggarakan TKA (Tes Kemampuan Akademik) bagi peserta didik kelas IX pada tanggal 6 s/d 7 April 2026 dengan lancar tanpa kendala. Kegiatan dilaksanakan di ruang Laboratorium Komputer madrasah dan berjalan tertib sesuai jadwal.


Kegiatan pembekalan sebelum TKA

Pelaksanaan TKA diawasi langsung oleh pengawas dari madrasah lain untuk menjamin independensi, serta dipantau oleh penyelia secara daring melalui Zoom. Kombinasi pengawasan tatap muka dan virtual ini memastikan integritas serta kelancaran proses ujian.

Kepala madrasah memberikan apresiasi kepada tim teknis, guru, pengawas, dan seluruh peserta atas kerja sama dan kedisiplinan selama pelaksanaan. Dengan fasilitas laboratorium komputer yang memadai dan sistem pengawasan ganda, madrasah berharap hasil TKA dapat menjadi tolok ukur kesiapan akademik siswa menuju jenjang berikutnya.

Jumat, 13 Maret 2026

Pondok Ramadhan 1447 H / 2026 M MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo



MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan 1447 H / 2026 M yang berlangsung selama 4 hari 1 malam, mulai tanggal 4 sampai 7 Maret 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Ramadhan Sebagai Momentum Penguatan Iman, Akhlak dan Kepedulian Sosial".

Kegiatan Pembukaan Pondok Romadhon 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan kepedulian sosial para siswa. Dalam pelaksanaannya, MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo membentuk kepanitiaan yang terdiri dari para guru MTs. RM Manggarejo serta bekerja sama dengan KUA Kecamatan Wilangan dengan menghadirkan pemateri dari Penyuluh Agama.

Materi yang disampaikan antara lain Kajian Kitab, Fiqih Pengurusan Jenazah, Pemantapan Materi Ramadhan, serta Sosialisasi Anti Bullying. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan berbagai ibadah seperti Tadarus Al-Qur'an, Kultum, Sholat berjamaah, Tarawih, Sholat malam dan kegiatan keagamaan lainnya.


Kegiatan Materi 

Kegiatan Materi dari Penyuluh Agama

Melalui kegiatan Pondok Ramadhan ini diharapkan siswa MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo dapat meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.




Kegiatan Sholat Tarawih

Kegiatan Tadarus

Kegiatan Breefing Pagi


Materi


Pemabagian Zakat

 




Jadwal Kegiatan Pondok Ramadhan

Hari, Tanggal

Waktu

Materi

Pemateri / Pendamping

Ruang

Rabu,

4 Maret 2026

07.30 – 08.00

Sholat Dhuha

M. Nasrul Umam

Aula

08.00 – 09.00

Tadarus Alquran

Luthfiah Fitriya N

Evi Nur Kholidah

Kelas 9

09.00 – 09.30

Istirahat

Dewan Guru

Lingkungan Madrasah

09.30 – 10.30

Sejarah Islam

Nizar Aldy Kurniawan

Kelas 9

10.30 – 11.30

BTA

Ahmad nasih Huddin

Kelas 9

11.30 – 12.00

Istirahat dan persiapan sholat Dzuhur

Dewan guru

Lingkungan Madrasah

12.00 – 12.30

Sholat Dzuhur Berjamaah

Ahmad Nasih Huddin, S.Pd

Aula

12.30 – 13.30

Kajian Kitab

Ahmad Nasih Huddin

 

13.30 – 14.00

Istirahat siang

Dewam guru

Lingkungan Madrasah

14.30 – 15.30

Muhasabah (Refleksi diri, evaluasi ibadah harian, rencana perbaikan)

M. Nashirul Umam

Kelas 9

15.30 – 16.00

Persiapan sholat Ashar

Dewan guru

Aula

16.00 – 16.30

Sholat ashar berjamaah

Ahmad Nasih Huddin, S.Pd

Aula

16.30 – 17.15

Kultum Menjelang Maghrib

M. Nashirul Umam

Kelas 9

17.16 – 17.50

Persiapan berbuka puasa

Ika Ardesiyanti

Luthfiah Fitriya N

Kelas 9

17.50 -18.15

Buka Bersama

Dewan Guru

Kelas 9

18.15 – 18.30

Sholat Maghrib Berjamaah

M. Nashirul Umam

Aula

18.30 -

Pulang ke rumah

Dewan Guru

 

Kamis,

5 Maret 2026

07.30 – 08.00

Sholat Dhuha

Ahmad Nasih Huddin

Kelas 9

08.00 – 09.30

Anti Perundungan / Bullying

Penyuluh KUA

Kelas 9

09.30 – 10.00

Istirahat

 

Lingkungan Madrasah

10.00 – 10.30

Tadarus Al Qur’an

Indah Sri Rahayu

Ika Ardesiyanti

Kelas 9

10.30 – 11.30

BTA

Ahmad Nasih Huddin

Kelas 9

11.30 – 12.00

Istirahat dan persiapan sholat Dzuhur

Dewan guru

Lingkungan Madrasah

12.00 – 12.30

Sholat Dzuhur Berjamaah

Ahmad Nasih Huddin, S.Pd

Aula

12.30 – 13.30

Kajian Kitab

Ahmad Nasih Huddin, S.Pd

Aula

13.30 – 14.00

Istirahat siang

Dewam guru

Lingkungan Madrasah

14.30 – 15.30

Muhasabah (Refleksi diri, evaluasi ibadah harian, rencana perbaikan)

M. Nashirul Umam

Kelas 9

15.30 – 16.00

Persiapan sholat Ashar

Dewan guru

Aula

16.00 – 16.30

Sholat ashar berjamaah

Ahmad Nasih Huddin, S.Pd

Aula

16.30 – 17.15

Kultum Menjelang Maghrib

M. Nashirul Umam

Kelas 9

17.16 – 17.50

Persiapan berbuka puasa

Ika Ardesiyanti

Luthfiah Fitriya N

Kelas 9

17.50 -18.15

Buka Bersama

Dewan Guru

Kelas 9

18.15 – 18.30

Sholat Maghrib Berjamaah

M. Nashirul Umam

Aula

18.30 -

Pulang ke rumah

Dewan Guru

 

Jumat,

6 Maret 2026

07.30 – 08.00

Sholat Dhuha

 

Kelas 9

08.00 – 09.00

Tadarus Al Qur’an

Luthfiah Fitriya N

Ika Ardesiyanti

Kelas 9

09.00 – 09.30

Istirahat

 

Lingkungan Madrasah

09.30 – 10.30

Akhlak

Ahmad Nasih Huddin

Kelas 9

10.30 – 12.30

Persiapan dan pelaksanaan sholat Jum’at

Reno Destama

Kelas 9

12.30 – 14.00

Istirahat

 

Lingkungan Madrasah

14.00 – 15.00

Fiqih : Pengurusan Jenazah (memandikan, mengkafani, menyalatkan)

M. Nasrul Umam

Kelas 9

15.00 – 16.00

Persiapan Sholat Ashar

Jiwo Chrisnawan

Kelas 9

16.00 – 17.30

Tadarus Al Qur’an

Nizar Aldy Kurniawan

Indah Sri Rahayu

Kelas 9

17.30 – 18.00

Persiapan Buka Puasa Bersama

Reno Destama

Kelas 8 dan 9

18.00 – 18.30

Sholat Maghrib berjamaah

Ahmad Nasih Huddin

Kelas 9

18.30 – 19.00

Istirahat

Dewan Guru

Lingkungan Madrasah

19.00 – 20.00

Sholat Isya dan Tarawih

M. Nashirul Umam

Kelas 9

20.00 – 21.00

Pemantapan materi Romadhon

M. Nasrul Umam

Kelas 9

21.00 – 22.00

Tadarus Al Qur’an

Ahmad Nasih Huddin

Evi Nur Kholidah

Kelas 9

22.00 – 02.30

Istirahat

Dewan Guru

Lingkungan Madrasah

Sabtu,

7 Maret 2026

02.30 – 03.00

Sholat Malam

M. Nasrul Umam

Kelas 9

03.00 – 04.00

Persiapan Sahur

Andras Dwi Cahyo

Kelas 9

04.00 – 05.30

Sholat Subuh dan Kultum

M. Nasrul Umam

Kelas 9

05.30 – 07.00

Olahraga

Nizar Aldy Kurniawan

Halaman Madrasah

07.00 – 08.00

Bersih diri dan baksos

Evi Nur Kholidah

Lingkungan Madrasah

08.00 – 09.30

Pembagian Zakat Fitrah

Luthfiah Fitriya N

Ika Ardesiyanti

 

09.30 -

Pulang

 

 








Dokumentasi Kegiatan Kemah