MTs. Roudlatul Mutaallimin

Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur

MTs. Roudlatul Mutaallimin

Cerdas, Beriman, Berbudi Luhur

MTs. RM Manggarejo

Cerdas, Beriman, Berbudi Luhur

Pembiasaan Pagi

Sholat Dhuha, Tartil Al-Quran

Moto MTs. RM

Cerdas, Beriman, Berbudi Luhur

Senin, 12 Januari 2026

Pelestari Budaya dalam Keluarga

Tugas PKn. Ihbal Kelas VIII

Pelestari Budaya dalam Keluarga

a. Penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari

Penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sangat penting sebagai

sarana komunikasi antarwarga di suatu daerah sekaligus sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur.


b. Memperhatikan dan mempelajari budaya daerah

Upaya melestarikan budaya daerah juga melibatkan pemahaman dan pembelajaran

terhadap tarian, alat musik, pakaian adat, serta adat istiadat daerah sekitar. Hal tersebut merupakan langkah penting dalam upaya mempertahankan keragaman budaya yang bisa dilakukan dalam lingkungan keluarga.

c. Mengadakan dan turut serta berpartisipasi dalam kegiatan lomba atau pentas seni di daerah sekitar

Mengadakan dan turut serta berpartisipasi dalam kegiatan lomba atau pentas seni

di daerah sekitar merupakan salah satu cara efektif untuk melestarikan dan mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.

d. Mempelajari budaya nasional

Mengetahui dan memahami unsur-unsur yang termasuk dalam budaya nasional, 

serta menyaksikan pertunjukan budaya daerah, menjadi langkah penting untuk melestarikan kekayaan budaya. Hal demikian sangat mungkin dilakukan mulai dari lingkungan keluarga seperti menghadiri acara-acara budaya atau kesenian.


Manfaat Pelestarian Budaya Nasional

 Materi PKN Tugas N

c. Manfaat Pelestarian Budaya Nasional

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pelestarian budaya nasional:


1) Memperkuat jati diri dan identitas bangsa

 Budaya mencerminkan karakter dan keunikan suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lain.

2) Menumbuhkan rasa cinta bangga terhadap tanah air

Masyarakat, khususnya generasi muda, akan lebih menghargai warisan leluhur dan memiliki kebanggan dan menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

3) Menjaga keberagaman dan mempererat persatuan

Pelestarian udaya membantu menjaga keharmonisan dalam keberagaman suku, adat, dan tradisi Indonesia.

4) Menjadi sumber pndidikan karakter 

Nilai-nilai budaya lokal mengajaran tentang etika, moral, gotong royong, dan toleransi.

5) Mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata

Budaya dapat dimanfaatkan sebagai aset untuk menaik pariwisata serta mengembangkan prodik-produk berbasis tradisi

6) Melestrikan pengetahuan dan kearifan lokal

Ilmu praktik dan tradisional seperti pengobatan herbal, pertanian lokal, dan kerajinan tagan tetap terjaga dan bermafaat.

7) Meningkatkan posisi Indonesia di dunia Internaisonal

Budaya nasional yang kuat dan dikenal luas dapat menjadi alat diplmoasi budaya yang memperkuat hubungan antarbangsa


Pelestarian Budaya

 Tugas Arfan Kelas VIII

MATERI PKN KLS VIII

 

3.  Pelestarian Budaya


di Dairahku 
Indonesia merupakan negara kepulauan denggan wilayah yang luas dengan berbagai macam kebudayaan yang memiliki tiap-tiap daerah. Perhatikan budaya di daerahmu, budaya apakah itu? Apakah sidah mulai memudar, bahkan terancam punah karena kehilangan generasi yang mau melestarikan kebudayannya.

Budaya sisingan merupakan salah satu warisan budaya khas masyarakat sunda, khususnya dari daerah subang, Jawa Barat. Petunjukan ini biasanya dimainkan dalam bentuk arak-arakan dimana anak-ana yang sedang disunat atau dalam upacara adat tertentu diarak diatas boneka singa yang dipanggul oleh beberapa orang pria. Sisingan bukan hanya hiburan, tetapi juga simbol kekuatan, kebersamaan, dan bentuk penghormatan terhadap peristiwa penting  dalam kehidupan masyarakat.

Sabtu, 06 Desember 2025

MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo Terima Bantuan MBG dari Pemerintah

 Manggarejo, 17 November 2025 — MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo kembali menerima dukungan dari pemerintah melalui program MBG (Makanan Bergizi Gratis). Bantuan tersebut resmi didistribusikan pada 17 November 2025 melalui SPPG Mancon Wilangan.

Program MBG ini disambut dengan sangat antusias oleh seluruh siswa-siswi MTs. Roudlatul Mutaallimin. Mereka merasa senang dan terbantu karena bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian, sehingga mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar mereka di sekolah.


Kepala madrasah menyampaikan bahwa program MBG ini sangat bermanfaat dan diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar para siswa. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan pihak SPPG Mancon Wilangan atas bantuan MBG ini. Anak-anak terlihat lebih bersemangat karena merasa diperhatikan kesehatannya,” ujarnya.


Guru-guru juga melihat dampak positif dari program tersebut, terutama pada peningkatan energi siswa saat mengikuti pelajaran. Dengan adanya MBG, kegiatan pembelajaran menjadi lebih optimal karena siswa mendapatkan asupan makanan bergizi secara rutin.

MTs. Roudlatul Mutaallimin berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan kesehatan peserta didik.


Rabu, 03 Desember 2025

MTs. Roudlatul Mutaallimin Gelar Asesmen Sumatif Akhir Semester Tahun Pelajaran 2025/2026

 MTs. Roudlatul Mutaallimin Manggarejo resmi menyelenggarakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) untuk tahun pelajaran 2025/2026, yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX. Pelaksanaan asesmen berlangsung mulai 01 Desember hingga 09 Desember 2025 dengan suasana yang tertib dan penuh semangat belajar.

Kegiatan evaluasi ini merupakan agenda rutin madrasah yang bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik selama satu semester. Seluruh siswa tampak antusias mengikuti asesmen sejak hari pertama. Setiap ruangan ujian telah disiapkan dengan rapi oleh panitia, lengkap dengan pengawasan dari guru-guru MTs. Roudlatul Mutaallimin.

  

Kepala madrasah menyampaikan bahwa asesmen kali ini tidak hanya menjadi alat ukur akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik. Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh siswa dapat mengerjakan soal dengan baik serta memperoleh hasil yang optimal.

Selama sembilan hari pelaksanaan, asesmen berjalan lancar, tertib, dan tanpa hambatan berarti. Pihak madrasah juga mengimbau kepada seluruh siswa untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik untuk setiap mata pelajaran yang diujikan.

Dengan berakhirnya Asesmen Sumatif Akhir Semester ini, MTs. Roudlatul Mutaallimin berharap seluruh peserta didik mampu meningkatkan prestasi serta terus bersemangat dalam menempuh pendidikan di semester berikutnya.







Sabtu, 29 November 2025

Semaan Sabtu Kliwon di Yayasan Roudlatul Mutaallimin Berlangsung Khidmat

Wilangan, 29 November 2025 — Yayasan Roudlatul Mutaallimin kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Semaan Sabtu Kliwon, sebuah tradisi pembacaan Al-Qur'an secara berkesinambungan yang telah menjadi ciri khas warga nahdliyin. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan di halaman MI Roudlatul Mutaallimin, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.



 

Acara semaan dimulai setelah Sholat Subuh dengan pembukaan sederhana yang dipimpin oleh pengurus yayasan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an oleh para samiin dan samiat. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Wilangan, namun juga dari desa dan kecamatan sekitar, menunjukkan kuatnya ikatan spiritual dan semangat kebersamaan warga nahdliyin.

Kegiatan berlangsung tanpa jeda panjang hingga menjelang Sholat Isyak, menjadi rangkaian ibadah penuh dari pagi hingga malam. Selama pelaksanaan, suasana terlihat khusyuk; para jamaah mengikuti rangkaian semaan dengan tertib dan penuh antusias.

Pengurus Yayasan Roudlatul Mutaallimin menyampaikan bahwa kegiatan semaan ini diharapkan menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di lingkungan warga nahdliyin.

Dengan terselenggaranya semaan ini, Yayasan Roudlatul Mutaallimin berharap tradisi keagamaan yang bernilai tinggi tersebut dapat terus hidup dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Sabtu, 22 November 2025

Khalifah Abdullah Al-Makmum

Tugas Latif Al Mastury Kelas 8 

Khalifah Abdullah Al-Makmum

Abdullah ibnu harun ar-rasyid lebih dikenal dengan dengan panggilan Al-ma mun, dilahirkan pada tanggal 15 rabi’ul awal 170 H/786 M, bertepatan dengan wafat kakeknya musa al-hadi dan pengangkatan ayahnya Bernama murajil dan meninggal setelah melahirkan.

Untuk mendalami hadist al-makmun dan Al-Amin di kirim ayah nya harun ar-rasyid kepada Imam Malik di Madinah Al-makmun dan saudaranya belajar kitab A-muwat hakarangan Imam Malik.

Enam tahun diawal pemerintahannya al makmun tidak langsung duduk di kursi Kekhalifah tetapi beliau belajar ke merw. Urusan pemerintah diserahkan kepada Fazal bin sahal.

Urusan pemerintahan di serah kan kepada fazal bin sahal Sebagaimana ayahnya khalifah harun AR-rasyid almakmun adalah khalifah Daulah bani abasiyah yang besar dan menonjol.la memiliki sifat-sifat yang agung diantaranya tekadnya kuat penuh kesabaran menguasai berbagai toleransi.

 


A.   Bidang pertanian dan perdagangan

Dengan keamanan terjamin kegiatan pertanian pertanian berkembang dengan pesat. Pertanian dikembangkan dengan luas. Buah-buahan dan bunga-bungaan dari parsia makin Meningkat dan terjamin mutunya.

B.   Bidang Pendidikan

Al-makmun mengenbangkan perpustakaan Baitul Al-hikmah yang didirikan sang ayah. Khalifah harun ar-rasyid menjadi pusat ilmu pengetauan yang berhasil melahiran sederet imuwan muslim yang melegenda.

C.    Perluasan daerah islam dan penertiban Administrasi negara

Di era kekhalifahan Al-makmun Daulah abbasiyah menjelma menjadi negara adikuasa yang sangat disegani. Wilayah kekuasaan dunia islam terbentang luas mulai dari Pantai atlantik di barat hingga tembok besar cina di timur. 

Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah

 Tugas : Fahra Kelas 8

Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah

           Sejarah terbentuknya Daulah Abbasiyah tidak dapat terlepas  dari perjalanan sejarah Daulah Umayyah.Pada awal terbentuknya, Daulah Umayyah mengalami massa kejayaan. Beragam prestasi mampu dicapai pemerintah Daulah Umayyah, keadaan ini berlangsung hingga massa pemerintah khalifah al Walid bin Abdul Malik.Setelah itu, kemunduran Daulah Umayyah makin tampak. Sepeningal khalifah Hisyam bin Abdul Malik, kemunduran itu makin tampak. Kekacauan terjadi di mana-mana, pertikaian internal keluarga tak terhindarkan.


1.Faktor Pendukung Terbentuknya Daulah Abbasiya

        a. Perprcahan internal keluarga Daulah Umayyah dan kekisruhan politik di dalam negri. 

                b. Munculnya gerakan perlawanan terhadap pemerintah Daulah Umayyah yang di lakukan            

        oleh: kelompok Mawali, kelompok dahaq bin qaisn  asy – syaibani, dan kelompok syiah yang menilai tampuk kekuasaan khalifah adalah hak keturunan ali bin abi thalib  dan ingin menuntut balas atas terbunuhnya husin bon ali di karbala.

                c.perpecahan kelompok suku arab utara dan arab selatan.

                d.kekecewaan  ulama dan tokoh agama kepada khalifah marwan bin mhummad yg di nilai tdk memiliki sikap negarawan yang baik.

                e. wafatnya khalifah marwan bin mhummad (khalifah terkhir daulah umayyah)setelah kalah dalam pertempuran di tepi sungai zab,irak di tahun 132 H/750 M.

      2.Tokoh-Tokoh yang Berperan dalam Pembentukan Daulah Abbasiya

      a.Langkah-langkah Bani Abbas untuk Mendirikan Daulah Abbasiyah 

                1) Membentuk gerakan bawah tanah (gerakan da’wah ), engan tokoh – tokohnya antara   lain:a) muhammad Al-Abas, b) Ibrahim Al- imam, c) Abu Muslim Al-Khurasani

                2) Menerapkan politik bersahabat artinya keturunan Abass, tidak memperhatikan sikap bermusuhan dengan Bani Umayyah

                3) Dalam gerakan tidak mengunakan nama Bani Abbas, tetapi mengunakan nama Bani Hasyim. Pengguna nama itu bertujuan agar pendukung Ali bin Abi Thalib akan tetap mendukungnya, karena mereka bersama-sama keturunan dari Bani Hasyim

                4) Menetapkan tiga kot sebagai pusak gerakan politik, ketia kota itu adalah al humaymnah sebagai pusat perencanaan dan organisasi, kufah sebagai kota penghubung. Dan khurasani sebagai pusat gerakan praktis (gerakan bawah tanah) yang di pimpin oleh abu muslim al-khurasani.

b) Silsilah Bani Abbasiyah

                Dalam silsilah Bani Abbasiyah terdapat tiga keluarga besar yang ingin merebut kekuasaan . keluarga tersebut adalah sebagai berikut:

1)      Keluarga Ali bin Abi Talib (golongan syiah)

2)      Keluarga umayyah

3)      Kelurga abbas

Khalifah Harun Ar-Rasyid (768-809)

Tuagas Ihbal Kelas 8 


Khalifah Harun Ar-Rasyid (768-809)

Khalifah Harun Ar-Rasyid ( 145-193 H/763-809 M)  dilahirkan di Rayb pada bulan Pebruari 763 M/145 H. Ayahnya bernama Al-Mahdi dan ibunya bernama Khaizurran. Ia dibesarkan di lingkungan istana mendapat bimbingan ilmu-ilmu agama dan ilmu pemerintahan di bawah bimbingan seorang guru yang terkenal, Yahya bin Khalid Al-Barmaki, seorang ulama besar di zamannya, dan ketika Ar-Rasyid menjadi khalifah, menjadi Perdana mentrinya, sehingga banyak nasihat dan anjuran kebaikan menggalir dari Yahya.


Harun Ar-Rasyid menjukkan kecakapannya dalam memimpin, sehingga pada tahun 165 H, Al-Mahdi melantiknya kembali menjadi gubernur untuk kedua kalinya di Saifah.

Harun Ar-Rasyid diangkat menjadi khalifah pada September 786 M. Pada usianya yang sangat muda, yakni 23 tahun. Jabatan khalifah itu dipegangnya setelah saudaranya yang menjabat khalifah, Musa Al-Hadi wafat.

Kepribadian Harun Ar-Rasyid sangat mulia. Sikapnya tegas, mampu mengendalikan diri, tidak emosional, sangat peka perasaannya dan toleran. Akhlak mulianya akemukakan oleh Abdul Athahiyah, seorang penyair kenamaan saat itu. Selain itu, haru Ar-Rasyid juga dikenal sebagai khali8fah yang suka humor. Dia juga terkenal pemimpin yang pemurah dan dermawan.

Banyak sejarawan menyamakannya dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Daulah Umayyah. Tah jarang ia juga turun ke jalan-jalan di kota Baghadad pada malam hari melihat kehidupan sosial yang sebenarnya pada masyarakatnya, sehingga tak seorang pun yang kelaparan dan teraniaya tanpa diketahui oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid.

Bahasa Arab menjadi bahasa resmi dan bahasa pengantar di madrasah-madrasah, perguruan tinggi, dan bahkan menjadi alat komunikasi umum. Karena itu, dianggap tepat bila semua pengetahuan yang termuat dalam bahasa asing itu segera diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, sehinga bisa dikaji dan difahami masyarakat luas. Dewan penerjemah dibentuk diketuai oleh seorang pakar bernama Yuhana bin Musawih.

Kota Baghadad menjadi mercusuar kota impian 1.001 malam yang tidak ada tandingnya di dunia pada abat pertengahan, hal ini melegenda dalam kisah Alfu lailah wal Lailah. Selain itu pada masa kekhalifahhanya wilayah kekuasaan Daulah Abbasyiah membentang dari Afrika Utara sampai ke Hindukush, India. Kekuatan militer yang dimilikinya juga sangat luar biasa.

 Pada masa Khalifah Harun AR-Rasyid, hidup seorang cerdik pandai yang sering memberikan nasuhat-nasihat kebaikan dari Abu Nawas disertai dengan gayanya yang lucu, menjadi bagian tak terpisahkan dari Kehidupan Khalifah Harun Ar-Rasyid.

  Pada masa pemerintahannya Daulah Bani Abbasyiah mengalami masa kejayaan dan keemasa sekaligus menjadi salah satu pusat peradaban dunia atau seiring disebut Golden age of Islam.

Pembangunan fisik pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid diantaranya:

a.       Memperindah kota Baghdad sebagai pusat pemerintahan

b.      Membangun sistim irigasi bertehnologi tinggi

c.       Memperluas areal pertanian

d.      Mendirikan gedung peneropong bintang

e.      Membangun mata air Zubaidah ( diambil dari nama Istri Harun Ar-Rasyid) yaitu terusan air yang dialirkan ke Mekah untuk kepentingan jamaah haji.

f.        Membangun sarana umum rumah sakit, pasar-pasar dan jalan raya

Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur [136 – 158 H/754 – 775 M]

Tugas : Maulida Khoirun Nisa'  Kelas 8


Khalifah-Khalifah Besar Daulah Abbasiyah

1.    Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur [136 – 158 H/754 – 775 M]

a)   Biografi Singkat Abu Ja’far Al-Mansur

Abu Ja’far Abdullah bin Muhammad Al-Mansur adalah khalifah kedua Daulah Abasiyah, putra Muhammad bin Ali bin Abdullah ibn Abbas bin Abdul Muthalib, dilahirkan di Hamimah pada tahun 101 H. Ibunya bernama Salamah Al-Barbariyah, adalah wanita dari suku Barbar. Al Mansur memiliki kepribadian kuat, tegas, berani, cerdas dan otak cemerlang.

Ia dinobatkan sebagai putra mahkota oleh kakaknya, Abdul Abbas As-Saffah. Selanjutnya, ketika As-Saffah meninggal, Al-Mansur dilantik menjadi kalifah, saat usianya 36 tahun.

Al-Mansur seorang Khalifah yang tegas, bijaksan, alim, berpikiran maju, baik budi dan pemberani. Ia tampil dengan gagah berani dan cerdik menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah melanda pemerintahan Daulah Abbasiyah. Al-Mansur juga sangat mencintai ilmu pengetahuan. Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan menjadi pilar bagi pengembangan peradaban Islam di masanya.

Setelah menjalankan emerintahan selama 22 tahun lebih, pada tanggal 7 Dzulhijja tahun 158 H/775M, Al-Mansur wafat dalam perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, di suatu tempat bernama ‘Bikru Maunah’ dalam usia 57 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Makkah.

b)   Kebijakan Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur dalam Pemerintahan

Setelah dilantik enjadi khalifah pada 136 H/754 M, Al-Mansur membenahi adminidtrasi pemerintahan dan kebijakan politik. Dia menjadi Wazir sebagai koordinator departemen. Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari Balk, Persia. Al-Mansur juga membentuk lembaga protokoler negara, sekertaris negara dan kepolisian negara disamping membenari angkatan bersenjata.

Dia menunjuk Muhammad ibnu Abbdul Al-Rahman sebagai pada lembaga kehakiman negara. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa Daulh Umayyah diingkatkan peranannya untuk menghimpun seluruh informasi dari daerah-daerah, sehingga administrasi kenegaraan berjala dengan lancar sekalius menjadi pusat informasi khalifah untuk mengontrol gubernurnya.

Untuk memperluas jaringan politik, Al-Mansur menaklukkan kembali daerah-daerah yang mepaskan diri, dan menerbitkan keamanan didaerah perbatasan. Diantara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, kota Malatia, wilayah Cappadocia, dan Cilicia pada tahun 756-758 M. Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosporus.

Al-Mansur yang mnghadapi pemberontakan dari pamannya sendiri yaitu Abdullah bin Ali, beliau menjadi gubernur di Suriah pada pemerintahan Abu Abbas as-Saffah. Saat menjabat sebagai khalifah, Abu Abas as-Saffah pernah menjanjikan jabatan khalifah kepada Abdullah bin Ali. Diangkatnya Al-Mansur menjadi khalifah memuat Abdullah bin Ali kecewa dan marah. Abdullah bin Ali merasa bahwa dirinya berjasa karena berhasil mengalahkan Marwan II dalam pertempuran di Zab Hulu. Abdullah bin Ali kemudian mengorbankan pemberontakan walaupun akhirnya berhasil dipadamkan oleh Abu Ja’far Al-Mansur.

Dokumentasi Kegiatan Kemah